Ini Dia Macam Macam Arsip Yang Perlu Kamu Ketahui
Ini dia macam macam arsip yang perlu kamu ketahui. Arsip merupakan catatan rekaman kegiatan atau sumber informasi dari berbagai macam bentuk lembaga. Selain itu organisasi maupun perseorangan dalam rangka pelaksanaan kegiatan. Arsip dapat berupa berbagai surat, warkat, akta, piagam, buku, dan sebagainya, yang dapat dijadikan bukti sahih untuk suatu tindakan dan keputusan.
Dengan adanya perkembangan teknologi, arsip dapat berbentuk audio, video dan digital juga. Mengingat jumlah arsip yang sangat banyak dibuat dan diterima oleh lembaga, organisasi, badan maupun perseorangan maka diperlukan manajemen pengelolaan arsip yang lebih dikenal dengan sistem kearsipan melalui beberapa pekerjaan atau kegiatan untuk mengelola arsip yang ada.
Ini dia macam macam arsip yang perlu kamu ketahui. Macam-macam arsip sangatlah banyak, arsip dalam bahasa Indonesia diserap dari bahasa Belanda archief yang secara etimologi berasal dari bahasa Yunani archium yang artinya peti tempat untuk menyimpan barang sesuatu. Pengertian arsip awalnya menunjukkan tempat atau ruang untuk penyimpanan arsip, namun saat ini pengertian arsip sangat lebih cenderung sebagai catatan atau surat yang memiliki nilai kegunaan yang perlu untuk disimpan dengan sistem kearsipan.
Ini Dia Macam Macam Arsip Yang Perlu Kamu Ketahui
1. Arsip Menurut Subyek atau Isinya
a. Kepegawaian, Contoh : data riwayat hidup pegawai, surat lamaran, surat pengangkatan pegawai, rekaman presensi, dan lain lain.
b. Keuangan, Contoh : laporan keuangan, bukti pembayaran, daftar gaji, bukti pembelian, surat perintah membayar dan sebagainya.
c. Pemasaran, Contoh : surat penawaran, surat pesanan, surat perjanjian penjualan, daftar pelanggan, daftar harga, dan banyak lagi.
d. pendidikan, Contoh : kurikulum, satuan pelajaran, daftar hadir siswa, rapor, transkrip mahasiswa, dan lainnya.
2. Arsip Menurut Nilai atau Kegunaannya
Penggolongan arsip ini lebih mendasarkan pada nilai dan kegunaannya. Dalam penggolongan ini ada macam-macam arsip, yaitu:
a. bernilai informasi, contohnya : pengumuman, pemberitahuan, undangan, dan lain lain.
b. Arsip bernilai Administrasi, misalnya : ketentuan-ketentuan organisasi, surat keputusan, prosedur kerja, uraian tugas pegawai, dan sebagainya.
c. Arsip hukum, contoh : akte pendirian perusahaan, akte kelahiran, akte perkawinan, surat perjanjian, surat kuasa, putusan peradilan, dan lain sebagainya.
d. ilmiah, contohnya : hasil penelitian.
e. pendidikan, contoh; karya ilmiah para ahli, kurikulum, satuan pelajaran, program pengajaran, dan lainnya.
3. Arsip Menurut Keasliannya
Penggolongan ini juga berdasarkan pada tingkat keaslian suatu arsip atau dokumen. Dalam penggolongan ini arsip dapat dibedakan menjadi;
a. Karena macam-macam arsip yang asli merupakan dokumen yang langsung terkena hentaka mesin ketik, cetakan printer, dengan tandatangan dan legalisasi yang asli, yang merupakan dokumen utama.
b. Selain ituTembusan yaitu dokumen kedua, ketiga dan seterusnya, yang dalam proses pembuatannya dalam bersama dengan dokumen asli, tetapi ditujukan pada pihak lain setelah penerima dokumen asli.
c. Salinan adalah dokumen yang proses pembuatannya tidak bersama dengan dokumen asli, tetapi memiliki kesesuaian dengan dokumen asli.
d. Arsip Petikan yaitu dokumen yang berisi bagian dari suatu dokumen yang asli.
Fungsi Macam-macam Arsip
Ini dia macam macam arsip yang perlu kamu ketahui. Secara umum arsip juga memiliki fungsi untuk penunjang aktivitas administrasi, alat pengambil keputusan, bukti pertanggungjawaban, sumber informasi, dan wahana komunikasi. Selain itu juga memiliki fungsi primer dan sekunder.
1. Fungsi Primer
Fungsi primer merupakan nilai guna arsip yang didasarkan pada kepentingan pencipta arsip tersebut sebagai penunjang saat tugas sedang berlangsung maupun setelah kegiatan selesai, baik itu oleh lembaga/instansi pemerintah, swasta, maupun perorangan. Nilai guna pada arsip primer ini juga meliputi administrasi, hukum, keuangan, ilmiah maupun teknologi.
2. Fungsi sekunder
Ini dia macam macam arsip yang perlu kamu ketahui. Dari yang sekunder merupakan nilai guna arsip yang didasarkan pada kegunaan bukan untuk pencipta arsip melainkan bagi kepentingan lembaga/instansi pemerintah, swasta, perorangan dan juga kepentingan umum lain sebagai bahan bukti dan bahan pertanggungjawaban. Nilai guna sekunder ini juga meliputi nilai guna pembuktian dan penginformasian.
Sifat dan Karakter Macam-macam Arsip
Arsip memiliki sifat dan karakter untuk membedakan kualitas arsip, antaranya adalah:
- Autentik merupakan informasi melekat pada wujud aslinya seperti informasi mengenai waktu dan tempat arsip dibuat/diterima, memiliki tujuan dan kegiatan, bukti kebijaksanaan dan organisasi penciptanya.
- Legal yaitu dokumentasi untuk mendukung tugas dan kegiatan, memiliki status untuk bahan bukti resmi bagi keputusan dan pelaksanaan kegiatan.
- Unik karena tidak dibuat oleh massal dan memiliki kronologi produk. Jika arsip diduplikasikan atau dibuat tembusan akan memiliki arti yang berbeda untuk pelaksanaan kegiatan.
- Terpercaya sehingga dapat dipergunakan sebagai bukti sahih untuk bahan pendukung pelaksanaan kegiatan.
Tujuan Macam-macam Arsip
Ini dia macam macam arsip yang perlu kamu ketahui. Tujuan arsip adalah untuk menjamin keselamatan dalam bahan pertanggungjawaban nasional tentang perencanaan, pelaksanaan penyelenggaraan kehidupan kebangsaan serta untuk menyediakan bahan pertanggungjawaban tersebut bagi kegiatan pemerintah.
- Menyampaikan surat dengan aman dan mudah selam saat diperlukan.
- Menyiapkan surat setiap saat diperlukan.
- Mengumpulkan bahan-bahan yang mempunyai sangkut paut dengan suatu masalah saat diperlukan sebagai pelengkap.
Macam-macam Asas Kearsipan
Jadi macam-macam arsip atau Pada dasarnya ada beberapa asas dalam pengelolahan surat baik, surat masuk ataupun surat keluar yaitu asas sentralisasi, asas desentralisasi atau gabungan antara kedua tersebut. Untuk penentuan asas tersebut ada juga beberapa pertimbangan misalnya lokasi dari setiap unit kerja apa berada dalam satu atap atau tidak, volume surat yang besar, jumlah pegawai dan pertimbangan lainnya. Dibawah ini asas-asas adalah:
1. Asas Sentralisasi
Secara umum asas saat digunakan organisasi adalah asas sentralisasi dalam arti bahwa semua surat masuk dan surat keluar melalui satu unit kerja secara terpusat (sentral). Asas ini juga disebut dengan asas satu pintu atau one door/gate policy. Dengan menggunakan asas sentralisasi ini akan lebih mudah dalam pengendalian dan penelusurannya, karena pencatatan, penyampaian, dan pengiriman dilakukan secara terpusat juga dimungkinkan adanya keseragaman sistem dan prosedur serta peralatannya. Dengan kata lain bahwa asas ini maka:
- Penerimaan dan pengiriman surat, penggolongan, pengendalian, dilaksanakan dalam sepenuhnya oleh unit kearsipan.
- Surat masuk yang diterima langsung oleh unit pengelola harus disampaikan dengan informasi terlebih dahulu ke unit kearsipan sehingga surat masuk tersebut teregister di unit yang berwenang.
- Penggunaan sarana pencatatan surat menjadi sangat lebih efisien.
Dengan melihat kondisi seperti ini maka asas sentralisasi sesuai organisasi yang lingkup kerjanya berada dalam satu gedung atau satu atap dengan volume surat yang ditangani sangat relatif kecil.
2. Asas Desentralisasi
Ini dia macam macam arsip yang perlu kamu ketahui. Asas desentralisasi adalah kegiatan pengelolahan surat baik dan surat masuk maupun keluar sepenuhnya dilakukan oleh masing-masing unit kerja dalam suatu organisasi. Unit kerja sangat bertanggung jawab dalam melakukan penerimaan surat, pencatatan, pendistribusian dan pengiriman surat.
Dalam asas ini untuk organisasi yang unitnya terpencar atau mempunyai kantor perwakilan atau kantor cabang pada beberapa tempat akan lebih mudah dan efisien jika dilakukan secara desentralisasi dimana masing masing unit organisasi melakukan kegiatan pengelolaan surat dinasnya ini.
Kalau hal ini terjadi maka yang perlu dicermati adalah harus adanya pembakuan sistem dan prosedur serta sarana pencatatan yang standar sehingga dilakukan pada masing-masing unit organisasi tetapi tetap ada standar yang baku secara organisasional.
Kelebihan dari asas ini adalah penyampaian surat ke meja kerja akan menjadi lebih cepat dan surat tersebut menjadi lebih cepat diproses dan ditindak lanjuti. Tetapi sebaliknya asas ini juga mempunyai kelemahannya yaitu kemungkinan terjadinya ketidak seragaman sistem dan prosedur pengendalian dan pencatatan surat di samping juga tentu saja kemungkinan penggunaan sarana dan peralatan yang tidak efesien.
Baca juga : PENGERTIAN ARSIP DAN 5 SISTEM PENYIMPANAN ARSIP BESERTA CONTOHNYA

