Emas merupakan logam yang bersifat lunak dan mudah ditempa, serta berat jenisnya tergantung pada jenis dan kandungan logam lain yang berpadu dengannya, Emas adalah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki simbol Au (bahasa Latin: ‘aurum’) dan nomor atom 79. Sebuah logam transisi (trivalen dan univalen) yang lembek, mengkilap, kuning, berat, “malleable”, dan “ductile”. Emas tidak bereaksi dengan zat kimia lainnya tetapi terserang oleh klorin, fluorin dan aqua regia.sedangkan Kuningan adalah logam yang merupakan campuran dari tembaga dan seng.

Cara membedakan Emas Asli dengan Kuningan yang Mudah dan Benar

Zaman dahulu, cara membedakan emas asli dengan kuningan dengan cara digigit. Emas asli memiliki sifat agak lembek. Bila digigit akan tampak bekas tekanan gigi.

Bagi para pengusaha, mampu membedakan emas asli dengan kuningan sangat wajib diketahui dan harus sangat hafal sehingga akan dengan mudah membedakan antara emas asli dengan kuningan.

maka alangkah baiknya mengetahui perbedaan emas asli dengan kuningan. Berikut cara membedakan Emas Asli dengan Kuningan :

Cara membedakan Emas Asli dengan Kuningan yang Mudah dan Benar di sertai proses uji cobanya dan Mengenal Kuningan

  • Fineness dan karat

Jika emas sudah dalam bentuk perhiasan, amati permukaan khususnya bagian dalam. Biasanya akan ada tanda/cap angka 999.9 atau bisa juga dalam bentuk karat berupa tulisan 10K, 14K, 18K, 22K, atau 24K. Mungkin tulisannya sangat kecil sehingga Anda butuh kaca pembesar.

  • Perubahan warna

Cara mengetahui emas atau asli yang kedua iyalah dengan memperhatikan perubahan warna. Cobalah gosok sedikit di bagian-bagian tertentu dengan jari. Jika bekasnya tampak perubahan warna, itu artinya palsu. Cara ini sebaiknya dicoba pada emas batangan saja.

  • Gigit

Meski cara ini tidak direkomendasikan, tapi sebagian orang masih mempraktikkannya. Emas asli memiliki ciri-ciri agak lembek. Bila dapat tekanan gigi akan menampakkan bekas gigitan.

  • Dekatkan magnet

Emas bukanlah logam magnetik. Jadi bila didekatkan magnet tidak akan menempel. Meskipun begitu, kalau hasil tes ternyata tidak tertarik, bukan berarti sudah pasti emas. Dalam kasus ini harus dicek lebih lanjut.

  • Menggoreskan di keramik atau kertas

Cara selanjutnya untuk mengetahui emas asli dan palsu iyalah dengan menggoreskannya di keramik, piring, dan atau pun kertas. Setelah itu amati bekas goresannya pada permukaan keramik. Jika terdapat bekas berwarna hitam atau sejenisnya, bisa dipastikan itu palsu. Kalau emas asli tidak akan meninggalkan bekas goresan.

  • Ukur kepadatan emas

Cara berikut sedikit rumit tapi akan mendapatkan hasil dengan tingkat keakuratan tinggi. Jika Anda ingin mencoba, ikuti tahap berikut :

  1. Sediakan wadah/gelas yang ada ukuran mililiter, lalu isi dengan air.
  2. Emas memiliki kepadatan yang logam lain jarang menyamainya. Kalau hasilnya mendekati angka 19 g/ml, itu artinya emas asli
  3. Catat tinggi permukaan air sebelum emas dimasukkan ke dalam wadah tersebut.
  4. Hitung dengan rumus kepadatan = massa/volume.
  5. Digantung benang celupkan emas ke dalamnya. Catat kembali selisih permukaan air.
  • Tes asam

Proses uji cobanya sebagai berikut :

  1. Siapkan wadah stainless steel dan taruh emas di atasnya.
  2. Teteskan satu tetes saja cairan asam Nitric Acid pada emas dan tunggu reaksinya.
  3. Jika emas asli, tidak akan ada reaksi apa-apa.
  4. Bila berubah warna menjadi kehijau-hijauan, berarti emas mengandung logam besi.
  5. Bila menunjukkan warna susu, artinya mengandung perak.
  6. Bila bereaksi menimbulkam warna emas, besar kemungkinan emas yang diuji mengandung bahan logam kuningan.
Mengenal Kuningan dan Klasifikasi Kuningan 

Kuningan adalah paduan tembaga (Cu) dan seng (Zn); komposisi seng dan tembaga dapat bervariasi untuk menciptakan berbagai kuningan dengan sifat yang berbeda-beda. Kuningan adalah paduan substitusi. Hal ini digunakan untuk dekorasi untuk tampilan terang seperti emas; untuk aplikasi di mana gesekan rendah diperlukan seperti kunci, roda gigi, bantalan, gagang pintu, amunisi, dan katup, juga digunakan dalam ritsleting.

Klasifikasi Kuningan dan Sifat – sifat Kuningan 

Adapun klasifikasi kuningan adalah sebagai berikut :

  1. Paduan Cu – (5~20%) Zn, untuk material arsitektur dan peralatan rumah tangga.
  2. Paduan Cu – (25~35%) Zn, disebut juga kuningan 7/3 dengan sifat mudah dimesin dengan kekuatan yang memadai sehingga tepat digunakan untuk komponen-komponen yang rumit.
  3. Paduan Cu – (35~45%) Zn, disebut juga kuningan 6/4. Berharga lebih murah dan banyak dikerjakan panas, dengan kekuatan yang tinggi. Banyak digunakan untuk pengerjaan plat dan untuk peralatan mesin.
  4. Paduan Cu–Zn–Sn (Naval Brass, kuningan perkapalan) yang mana kuningan 6/4 ditambahkan timah 0.5 ~ 1.5%. Namun bila kuningan 7/3 ditambah timah sekitar 1% disebut Admiral Brass, kuningan laksamana. Memiliki ketahanan korosi air laut yang tinggi. Banyak digunakan untuk kondenser air, komponen kapal laut.
  5. Kuningan kekuatan tinggi (Cu-Zn-Mn), merupakan kuningan 6/4 yang dipadu dengan mangan 0.3 ~ 3% dan Al, Fe, Ni dan Sn di bawah 1% untuk meningkatkan kekuatan dan memperbaiki daya tahan korosi. Mn dan Fe melembutkan butiran logam sehingga kekuatan meningkat. Al dan Sn meningkatkan daya tahan korosi dan daya tahan aus. Nikel juga menaikkan kekuatan dan daya tahan aus.

Sifat – sifat Kuningan :

Kuningan memiliki warna kuning diredam yang agak mirip dengan emas. Hal ini relatif tahan terhadap noda dan sering digunakan sebagai hiasan dan untuk koin. Kuningan memiliki kelenturan yang lebih tinggi dari perunggu atau seng. Titik leleh yang relatif rendah dari kuningan (900-940 ° C, tergantung pada komposisi) dan karakteristik aliran yang membuatnya bahan relatif mudah untuk cor. Dengan memvariasikan proporsi dari tembaga dan seng, sifat-sifat kuningan dapat diubah, memungkinkan kuningan keras dan lembut. Kepadatan dari kuningan adalah sekitar £ 0,303 / inci kubik, 8400-8730 kilogram per meter kubik (setara dengan 8,4-8,73 gram per sentimeter kubik).

Saat ini hampir 90% dari semua paduan kuningan daur ulang. Karena kuningan tidak feromagnetik, dapat dipisahkan dari skrap besi dengan melewati memo dekat magnet yang kuat. Memo kuningan dikumpulkan dan diangkut ke pengecoran di mana ia mencair dan menampilkannya kembali ke billet. Billet yang dipanaskan dan diekstrusi menjadi bentuk yang diinginkan dan ukuran.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

%d bloggers like this: