cara-invetasi-di-bankPada kesempatan kali ini kami akan sedikit menjelaskan tentang cara dan keuntungan investasi di Bank. Sekarang dizaman ini ada beberapa jenis investasi yang ditawarkan oleh lembaga keuangan atau bank buat memenuhi pundi-pundi rupiah, kemudian bagaimana cara investasi di bank ya?

Beberapa instrumen investasi bisa dilakukan oleh kamu sembari menabung dengan setoran minimal yang terjangkau. Kamu pun bisa berinvestasi di bank meskipun bank sudah dikenal sebagai tempat untuk menabung. Sebelum berinvestasi pastinnya perlu mengetahui bagaimana langkah-langkah sebelum investasi, berikut langkah-langkah sebelum berinvestasi :

1. Kenali kebutuhan dan tujuan anda

Pertama kamu pikirkan apa tujuan kamu berinvestasi? Ataukah membeli rumah pribadi, mengumpulkan uang muka untuk membeli kendaraan idaman, berlibur sekeluarga ke Jepang, atau yang lainnya, kemudain berapa jangka waktu yang kamu miliki untuk mencapai tujuan tersebut? 1 tahun, 5 tahun, 7 tahun, atau 10 tahun?

2. Kenali karakter investasi dan profil risiko kamu

Setelah dari berangkat dari tujuan dan jangka waktu investasi yang kamu miliki, selanjutnya saatnya untuk mengenal karakter investasi dan profil risiko kamu lebih jauh, lalu instrumen investasi apa yang terbaik untuk anda? Emas, saham, atau reksa dana? Kemudian seperti apa profil risiko kamu? Konservatif, moderat, atau agresif? Resiko yang tadi ditemukan bisa kamu konsultasikan dengan manajer investasi pilihan kamu untuk membuat keputusan berinvestasi yang tepat.

3. Buka rekening investasi

Setelah mengetahui portofolio investasi yang ingin kamu bangun, segera buka rekening investasi. Monitor pertumbuhan investasi anda secara berkala. Setelah investasi kamu mulai berjalan, jangan lupa untuk memonitornya secara berkala. Kamu dapat memonitor investasi kamu, misalnya setiap 6 bulan atau setahun sekali, untuk memastikan bahwa investasi kamu masih berada di jalur yang tepat.

Berikut ini merupakan  kelebihan-kelebihan yang diperoleh berinvestasi di bank antara lain :

1. Sistem keuangan yang terpercaya

Bank biasanya diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan tabungan atau dana nasabahnya dilindungi Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Dengan begitu bank tersebut  telah memiliki sistem pengawasan yang sangat baik dan bank yang sahamnya dimiliki masyarakat juga informasinya lebih terbuka dan punya good corporate governance (GCG) yang baik. Sehingga laporan keuangan perbankan lebih mudah diakses di website bank tersebut dan website OJK atau Bank Indonesia (BI). Jadi, sangat mudah diketahui ketahanan keuangan dari bank tersebut.

2. Mudah untuk melakukan pembelian dan penjualan

Bank saat ini telah menjadi agen untuk sejumlah produk keuangan. Alasannya, bank memiliki database nasabah yang cukup besar.Karena menjadi tempat untuk mendapatkan produk keuangan, fasilitas yang dimiliki bank udah cukup memadai dan bisa melayani sejumlah produk keuangan dari bank. Dengan sejumlah infrastruktur yang kuat dan mumpuni, bank pun bisa secara real time melayani nasabah yang berencana untuk membeli produk keuangan.

3. Kantor cabang mudah dijangkau

Kantor cabang bank lebih banyak tersedia dibandingkan lembaga keuangan lain. Jika ingin memilih atau membeli produk keuangan, langsung datang ke kantor cabang bank untuk berbicara kepada tenaga ahli pemasaran yang biasanya berada di lokasi ataupun bisa bertemu langsung dengan customer service yang pasti akan mengenal produk keuangan yang ditawarkan kepada nasabahnya. Nantinya  akan membahas simulasi investasi yang dipilih nasabah.

Berikut cara Investasi Di Bank :

1. Datang langsung ke kantor cabang

Mendatangi kantor cabang membantu kamu untuk mendapatkan informasi yang lengkap dan utuh dari petugas bank terkait pilihan produk investasi yang kita pilih. Sebab kita langsung bisa menanyakan kepada tenaga penjual atau customer service bank terkait produk yang dipilih.

Kamu bisa langsung dibuatkan simulasi dan mengetahui risiko serta benefit atas produk yang kamu beli secara jernih. Dokumen telah disiapkan bank sehingga kita hanya perlu melengkapinya dengan identitas. Selanjutnya  dokumen akan dinyatakan lengkap, produk investasi tersebut bisa dimiliki secara langsung.

2. Lewat mobile banking

Di zaman sekarang ini hampir setiap bank telah memiliki aplikasi yang bisa di-download di Play Store. Lewat mobile banking, kamu bisa membeli produk investasi di bank secara real time tanpa perlu harus ke kantor bank tersebut. Tinggal transfer ke rekening dan menunggu notifikasi masuk yang menandakan kamu telah membeli produk tersebut.

3. Website bank

Website bank merupakan sebuah jendela nasabahnya untuk membeli produk keuangan. Jadi, jangan ragu untuk membelinya dari website, apalagi di website tersedia penjelasan lengkap tentang produk keuangan atau investasi yang hendak kita beli.  Jika ingin mendapat detail tentang produk tersebut kita tinggal mengajukan pertanyaan lewat online chat yang terhubung dengan customer service secara langsung.

Berikut ini jenis-jenis investasi yang tersedia di bank antara lain :.

1. Deposito

Deposito merupakan salah satu jenis investasi yang banyak dilirik sebagian dari masyarakat karena risikonya yang lebih rendah dibanding dengan instrumen investasi lainnya semisal reksa dana. Selain aman, deposito juga memberikan suku bunga cukup tinggi, yaitu kisaran empat sampai lima persen per tahun dan relatif tetap. Meski ada perubahan karena fluktuasi, nilai pokoknya gak akan berubah.

Menyimpan uang di deposito bukan cuma aman. Uangmu juga bakal beranak pinak karena adanya bunga dan gak ada biaya administrasi bulanan seperti tabungan konvensional. Jadi intinya, deposito bisa menjadi salah satu pilihan yang tepat buat menambah kekayaanmu. Tapi buat yang pengin deposito, kamu harus menyiapkan dana sekitar Rp 10 juta. Kamu juga bisa memilih tenor hingga 24 bulan.

2. Tabungan berjangka

Tabungan berjangka juga bisa menjadi salah satu solusi buat kamu yang ingin menabung tapi tidak menabung. Eh, gimana maksudnya? Jadi begini, sekarang banyak orang yang gak bisa menabung dengan berbagai alasan. Jadi, dengan memiliki tabungan berjangka, uangmu bakal ditarik otomatis oleh bank sesuai dengan kesepakatan, mulai dari jumlah uang hingga tanggal yang udah ditetapkan.

Yang menariknya lagi adalah tabungan berjangka juga memiliki fasilitas asuransi jiwa. Jadi, nasabah bakal mendapatkan pertanggungan dana sesuai dengan kebijakan masing-masing bank. Sama halnya seperti deposito, kamu juga bisa memilih jangka waktu menabung sesuai keinginanmu, mulai dari 12 bulan hingga 240 bulan. Jadi, jenis tabungan ini juga bisa menjamin masa depanmu juga. Ya, persis seperti investasi.

3. Tabungan Emas

Investasi emas batangan merupakan salah satu dari  instrumen investasi yang kini banyak dilirik oleh sebagian orang. Pasalnya, jenis investasi yang satu ini terbilang menguntungkan banget dengan tingkat risiko rendah. karena, investasi saham bisa didefinisikan sebagai kepemilikan fisik atas emas batangan, bisa berupa emas ANTAM, atau secara value di platform online yang bergerak di bidang investasi emas.

Kini masyarakat juga dapat dengan mudah buat memulai investasi emas batangan. Pasalnya, Pegadaian memiliki program yang bernama tabungan emas. Jadi, kamu bisa memiliki emas dengan cara menabung. Mungkin namanya tabungan, tapi bukan berarti kamu menyetor dalam bentuk emas juga. Di sini malah kamu menabung buat membeli emas.

Bahkan kamu bisa menabung mulai dari Rp 6.000-an saja. Jadi, tabungan ini cocok banget buat kamu yang pengin investasi emas tapi gak punya cukup uang buat membeli secara tunai. Kalau setiap bulan kamu menyisihkan uangmu sekitar Rp 100 ribu, tidak terasa tahu-tahu kamu udah memiliki beberapa gram emas batangan.

4. TabunganKu

TabunganKu adalah jenis tabungan yang bisa. Program besutan pemerintah ini bertujuan buat menumbuhkan budaya menabung masyarakat Indonesia. Bahkan seperti yang dikutip dari situs resmi bi.go.id, jenis tabungan ini juga diharapkan dapat menjangkau penduduk yang masih belum memiliki tabungan di bank. Mengapa? Pasalnya, kamu bisa membuka rekening TabunganKu dengan setoran awal yang kecil banget yaitu sebesar Rp 20 ribu.

Tidak cuma itu, program TabunganKu yang dimiliki oleh seluruh bank di Indonesia ini juga tidak ada biaya administrasi bulanan. Namun setiap bank biasanya punya ketentuannya masing-masing, salah satunya batas penarikan maksimal setiap bulan yang bisa dilakukan oleh nasabah. Bank Mandiri misalnya memberikan limit transaksi sebesar Rp 1 juta per hari. Di Bank BNI nasabah dapat menarik dana minimum Rp 100 ribu dan hanya bisa dilakukan maksimal dua kali per bulan.

5. Reksa dana

Kamu tentu udah tidak asing lagi dengan instrumen investasi yang satu ini. karena reksadana memang banyak dilirik oleh sebagian dari orang yang ingin terjun ke investasi. Tidak cuma itu, jenis investasi ini juga sesuai buat para pemula yang ingin mengumpulkan pundi-pundi rupiah melalui investasi. Sebagian banyak investor pemula sekalipun tahu betul bahwa reksadana merupakan salah satu jenis investasi yang sesuai untuk pemula.

Nominal minimal untuk investasi reksadana pun terbilang nominal yang rendah, mulai dari Rp 100.000. Selain sudah bisa investasi reksadana dengan uang Rp 100 ribu, dana yang kamu miliki juga tentuny akan dikelola oleh manajer investasi. Jadi, kamu tinggal duduk tenang, dan nunggu uangmu beranak pinak deh. Ada banyak jenis reksadana yang bisa diikuti, mulai dari pasar uang, pendapatan tetap, hingga pasar saham.

Dana investasi yang kamu alokasikan nantinya akan dikelola oleh manajer investasi, maka pilih tujuan reksadana yang tepat. Baca juga prospektusnya dan pahami seluk-beluk di baliknya. Bila kamu sudah mengenal betul dengan rekening bank, mendaftar investasi reksadana pun sebenarnya mirip ketika membuka rekening di bank tertentu. Nantinya kamu akan akrab dengan istilah Unit Penyertaan (UP) dan Nilai Aktiva Bersih (NAB).

Cara menghitung keuntungan investasi reksadana sebenarnya cukup mudah. Misalnya, NAB untuk A seharga Rp 1.500. Maka bila kamu membeli 1.000 UP (Unit Penyertaan), kamu akan membelinya dengan harga Rp 1.500.000. Di akhir tahun, apabila NAB untuk A naik menjadi Rp 2.000.000, maka kamu untung Rp 500.000.

Bila NAB turun menjadi Rp 1.100.000, berarti rugi Rp 400.000. Rekomendasi yang paling tepat ketika NAB turun di akhir tahun adalah jangan menjualnya terlebih dahulu agar kamu bisa meredam kerugian. Selanjutnya kamu juga bisa mempelajari cara menjaga aset reksadana sembari investasi agar keuntungan investasi kamu dapat terus dimaksimalkan. Berikut keuntungan berinvestasi antara lain :

1. Menghindarkan Kita dari Inflasi

Inflasi terjadi hampir setiap tahun. Keadaan ini membuat nilai mata uang selalu mengalami penurunan. Agar bisa menghindari keadaan tersebut, tingkat suku bunga tabungan harus lebih tinggi ketimbang persentase inflasi. Namun saat ini, tingkat suku bunga tabungan tergolong rendah dan tidak bisa mencukupi naiknya persentase inflasi.

Oleh karena itu, investasi menjadi salah satu sarana buatmu agar terhindar dampak inflasi. Melalui manajemen investasi yang baik, kamu bisa meningkatkan pertumbuhan uang hingga mengalahkan tingginya laju inflasi.

2. Meningkatkan Nilai Uang

Masih melanjutkan topik di atas, investasi juga dapat meningkatkan nilai uang. Coba pikirkan hal ini: Ketika kamu menabung di bank, uang tersebut akan terus tergerus seturut waktu. Sebab, bunga yang diperoleh hanya cukup untuk membayar biaya administrasi. Ditambah lagi, uang yang kamu diamkan dalam tabungan akan berubah menjadi uang pasif.

Melalui investasi, kamu mengelola uangmu dan bisa meningkatkan nilai uang yang kamu miliki. Uangmu akan jadi lebih bermanfaat dan menguntungkan dalam jangka panjang. Contohnya, jika kamu berinvestasi emas, maka harga emas akan naik secara jangka panjang.

3. Menambah Sumber Penghasilan

Investasi tidak diragukan akan menambah penghasilan. Contoh, ketika kamu mendapatkan gaji bulanan, kamu bisa menyisihkan sedikit uangmu untuk berinvestasi. Sehingga, penghasilanmu nanti akan datang dari berbagai sumber. Kamu pun tidak lagi tergantung pada gaji bulanan. Jumlahnya bisa bervariasi tergantung seberapa pintar kamu mengaturnya. Semakin kamu paham dan mampu memprediksi peluang, semakin besar kemungkinan kamu dapat meningkatkan nilai uang melalui persentase keuntungan.

4. Mendapatkan Efek Compounding

Saat berinvestasi, kamu berpeluang memaksimalkan keuntungan dengan memanfaatkan efek compounding. Efek compounding atau bunga bergulung adalah bunga yang diperoleh dari hasil investasi sebelumnya yang kamu investasikan lagi dan menghasilkan bunga kembali.

Atau kondisi ketika kamu mendapatkan pengembalian modal beserta keuntungan dan bunganya, kamu bisa menginvestasikan modal itu lagi maka bunga yang tadi kamu peroleh akan kembali menghasilkan bunga. Dengan kata lain, melalui investasi jangka panjang kamu bisa menghasilkan pendapatan dari pendapatan sebelumnya.

5. Mempersiapkan Kebutuhan Masa Depan

Berinvestasi dapat membantumu mempersiapkan modal untuk kebutuhan di masa depan. Sebut saja biaya pernikahan, pendidikan anak, kesehatan, dan lain-lain. Melalui investasi, kamu bisa mengatasi peningkatan biaya pada kebutuhan-kebutuhan tersebut.

6. Pensiun Lebih Siap

Tentu kita tidak akan bekerja seumur hidup. Maka dengan investasi kamu bisa mempersiapkan masa depanmu. Selagi muda, persiapkanlah masa depanmu dengan baik. Selain menabung, kamu juga bisa berinvestasi dan memanfaatkan efek compounding untuk mempersiapkan dana pensiun.

7. Mencapai Financial Freedom

Financial Freedom adalah kondisi di mana kamu merdeka secara finansial. Artinya, penghasilanmu sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kondisi ini bisa diraih dengan banyak cara, Toppers. Salah satunya adalah investasi. Melalui investasi yang baik kamu bisa mendapatkan keuntungan besar dalam waktu yang sangat singkat. Namun, Toppers.. Ingatlah bahwa semakin tinggi untung semakin tinggi pula tingkat resikonya. Oleh karena itu, kamu harus mengatur investasimu sebaik mungkin ya!

8. Membuka Wawasan

Selain bermanfaat untuk finansialmu di masa depan, berinvestasi juga bermanfaat untuk dirimu sendiri sebagai individu. Menjadi seorang investor akan membuatmu memiliki banyak relasi. Wawasanmu tentang ekonomi dan finansial pun akan semakin luas. Tidak menutup kemungkinan, kamu akan menjadi seorang perencana keuangan yang handal.

9. Melatih Mengambil Keputusan

Saat sedang berinvestasi, secara tidak langsung kamu akan mulai memikirkan prencanaan investasi. Kamu pun harus bisa mengambil keputusan finansial. Berbagai masalah yang akan kamu hadapi akan mengasah kemampuanmu analisamu. Wawasan dan pengetahuanmu tentang investasi pun akan bertambah seiring waktu.

10. Lebih Bertanggung Jawab

Tanggung jawab adalah salah satu hal yang bisa kamu asah ketika berinvestasi. Kamu akan dipaksa untuk bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang kamu buat. Contoh, ketika kamu memutuskan untuk berinvestasi di salah satu perusahaan, maka kamu harus bisa bertanggung jawab bila terjadi kerugian dengan membuat back-up plan seperti cut loss atau diversifikasi investasi. Itu dia, Toppers.. Berbagai manfaat investasi yang bisa kamu dapatkan. Investasi dengan pengaturan yang baik akan memberikan manfaat yang besar untuk masa depanmu.

Demikian beberapa cara investasi di bank dan keuntungan berinvestasi, semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

× Whatsapp Kami!
%d bloggers like this: